Kanker Kulit: Pengertian, Jenis, Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahan

Apa itu kanker kulit?
Kulit manusia terdiri dari epidermis, dermins, jaringan subkutan, dan lapisan lainnya. Epidermis merupakan lapisan yang terbentuk dari sel skuamosa. Pada epidermis, sel basal yang aktif membelah akan menjadi kreatinosit. Kemudian, keratinosit yang mati akan menjadi keratin. Diantara sel basal terdapat sel penghasil pigmen yang disebut melanosit. Kanker kulit merupakan kanker yang terjadi akibat keganasan sel basal, keratinosit dan melanosit.

Kanker kulit merupakan salah satu kanker yang umum terjadi di Indonesia. Terdapat sekitar 6.170 kasus kanker kulit non-melanoma dan 1.392 kasus kanker kulit melanoma pada tahun 2018. Dua tipe kanker kulit yang paling umum terjadi adalah karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa. Kedua tipe ini dapat disembuhkan, tetapi akan meninggalkan bekas. Melanoma, tipe kanker kulit yang ketiga, adalah tipe yang lebih berbahaya dan banyak menyebabkan kematian. Kebanyakan dari tiga tipe kanker kulit ini disebabkan oleh paparan sinar UV.


Berikut Jenis-Jenis Kanker Kulit

  1. Kanker Sel Basal (Basal Cell Carcinoma)
    Kanker kulit sel basal adalah jenis kanker kulit yang paling umum. Kanker ini biasanya tumbuh di lapisan terdalam dari epidermis dan jarang menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kanker sel basal biasanya muncul sebagai benjolan yang seperti tonjolan yang berwarna merah muda atau coklat, serta dapat berdarah atau membentuk kerak.
  2. Kanker Sel Skuamosa (Squamous Cell Carcinoma)
    Kanker kulit sel skuamosa juga merupakan jenis kanker kulit yang umum. Kanker ini berkembang dari sel skuamosa yang merupakan sel-sel kulit yang terletak di lapisan tengah epidermis. Kanker sel skuamosa dapat muncul sebagai benjolan yang keras, terangkat, atau bersisik. Kanker ini juga dapat berdarah atau membentuk kerak.
  3. Melanoma
    Kanker kulit Melanoma adalah jenis kanker kulit yang lebih serius karena memiliki potensi untuk menyebar ke bagian tubuh lainnya. Melanoma berkembang dari sel-sel melanosit yang menghasilkan pigmen melanin dalam kulit. Tanda-tanda melanoma sering kali melibatkan perubahan pada tahi lalat atau munculnya tahi lalat baru yang memiliki warna, bentuk, atau ukuran yang tidak normal. Melanoma dapat muncul di bagian tubuh mana pun, termasuk kulit yang tidak terpapar sinar matahari.
  4. Karsinoma Sel Merkel
    Kanker kulit Karsinoma sel Merkel adalah jenis kanker kulit yang jarang namun agresif. Kanker ini berkembang dari sel-sel Merkel yang terdapat di epidermis. Karsinoma sel Merkel sering kali muncul sebagai benjolan yang merah atau kebiruan di area yang terpapar sinar matahari, seperti wajah, kepala, atau leher.

Berikut Penyebab Kanker Kulit:

  1. Paparan sinar matahari:
    Penyebab kanker kulit yang pertama adalah paparan sinar matahari. Paparan sinar matahari yang berlebihan, terutama paparan sinar ultraviolet (UV), adalah faktor risiko utama untuk kanker kulit. Paparan sinar UV dapat merusak DNA dalam sel-sel kulit, yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol dan perkembangan kanker kulit. Paparan sinar matahari yang berlebihan terjadi ketika seseorang sering terpapar sinar matahari secara intens dan tanpa perlindungan, terutama pada puncak intensitasnya antara pukul 10 pagi hingga 4 sore.
  2. Lampu matahari buatan
    Penyebab kedua kanker kulit adalah lampu matahari buatan. Menggunakan lampu matahari buatan, seperti tanning bed atau sunbed, juga meningkatkan risiko kanker kulit. Lampu matahari buatan menghasilkan sinar UV yang dapat merusak kulit dan meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit.
  3. Riwayat paparan radiasi
    Penyebab ketiga kanker kulit adalah riwayat paparan radiasi. Paparan radiasi yang berulang atau dosis tinggi dari radiasi medis atau terapi radiasi sebelumnya dapat meningkatkan risiko kanker kulit.
  4. Riwayat kanker kulit atau lesi kulit pra-kanker
    Penyebab keempat kanker kulit adalah pra-kanker. Jika seseorang pernah memiliki kanker kulit sebelumnya atau memiliki lesi kulit pra-kanker, risiko untuk mengembangkan kanker kulit di masa depan juga akan meningkat.
  5. Riwayat keluarga
    Penyebab kelima kanker kulit adalah riwayat keluarga. Ada beberapa jenis kanker kulit yang memiliki kecenderungan genetik, seperti melanoma. Jika ada anggota keluarga yang menderita kanker kulit, risiko seseorang untuk mengembangkan kanker kulit juga dapat meningkat.
  6. Kulit terangPenyebab keenam kanker kulit adalah kulit terang. Orang dengan jenis kulit yang terang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kanker kulit. Kulit yang terang memiliki jumlah melanin yang lebih sedikit, yang berfungsi sebagai proteksi alami terhadap sinar matahari.
  7. Paparan bahan kimia berbahaya
    Penyebab kanker kulit yang terakhir adalah paparan bahan kimia berbahaya. Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia berbahaya, seperti arsenik atau bahan kimia tertentu dalam pekerjaan tertentu, dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

Apa saja tanda dan gejala kanker kulit?

Perubahan pada kulit merupakan tanda yang paling umum terjadi pada kanker kulit. Perubahan ini dapat berupa pertumbuhan baru, luka yang tidak sembuh, atau perubahan pada tahi lalat. Tidak semua kanker kulit terlihat sama.

Berikut Gejala Kanker Kulit:

  1. Perubahan pada kulit
    Gejala kanker kulit pertama adalah perubahan pada kulit. Penampilan kulit yang tidak biasa, seperti perubahan warna, perubahan ukuran, atau pertumbuhan yang tidak normal pada tahi lalat atau bintik-bintik kulit.
  2. Benjolan atau tonjolan
    Gejala kedua kanker kulit adalah timbulnya tonjolan. Munculnya benjolan atau tonjolan yang berukuran kecil atau menonjol pada kulit. Benjolan tersebut dapat terasa keras atau keras seperti kerat. Mereka mungkin berwarna merah, merah muda, coklat, atau hitam.
  3. Luka yang tidak sembuh
    Gejala kanker kulit selanjutnya adalah luka yang tidak dapat sembuh. Lecet, borok, atau luka pada kulit yang sulit sembuh atau membaik dalam waktu yang wajar.
  4. Gatal atau nyeri
    Gejala kanker kulit keempat adalah rasa gatal dan nyeri. Rasa gatal yang persisten atau nyeri pada area kulit tertentu.
  5. Perubahan pada tahi lalat
    Gejala kanker kulit kelima adalah perubahan pada tahi lalat. Tahi lalat yang berubah bentuk, ukuran, warna, atau memiliki tepi yang tidak teratur. Mereka juga bisa menjadi gatal, berdarah, atau membentuk kerak.
  6. Ulkus
    Gejala kanker kulit keenam adalah ulkus atau borok. Munculnya borok yang dalam dan meluas pada kulit.
  7. Perubahan pada tekstur kulit
    Gejala kanker kulit ketujuh adalah perubahan pada struktur kulit. Kulit yang mengalami perubahan tekstur, seperti menjadi kasar, bersisik, atau terlihat mengelupas.
  8. Perubahan pada kuku
    Gejala kanker kulit terakhir adalah perubahan pada kuku. Perubahan pada kuku, seperti penebalan, perubahan warna, atau pita hitam vertikal di bawah kuku.

Apa yang dapat saya lakukan untuk mengurangi risiko saya?

Proteksi terhadap radiasi sinar UV sangatlah penting dilakukan setiap waktu, tidak hanya ketika matahari terik atau pada saat berada di pantai. Sobat tetap dapat terpapar sinar UV dari matahari ketika hari yang cerah, cuaca berawan, maupun pada saat mendung. Sinar UV juga dapat dipantulkan melalui permukaan air, semen, pasir, dan salju. Indoor tanning (baik menggunakan tanning bed atau lampu UV) juga memberikan paparan radiasi sinar UV yang berpotensi menyebabkan kanker kulit.

Perlu Sobat diketahui, pukul 10.00 – 14.00 merupakan waktu paparan sinar UV yang paling berbahaya. Jadi jika Sobat ingin menikmati matahari lebih direkomendasikan pada pukul 08.00-09.00 atau 15.00-16.00. Namun, tetap diperhatikan baik di waktu yang berbahaya atau tidak, kita tetap harus terproteksi, seperti

  • Tetap berada di tempat yang teduh, terutama ketika matahari sangat terik
  • Gunakan pakaian yang dapat menutupi lengan dan kaki
  • Pakai topi yang dapat menutupi area muka, kepala, telinga, dan leher
  • Gunakan kacamata hitam yang dapat menghalangi sinar UVA dan UVB
  • Gunakan sunscreen yang mempunyai faktor proteksi (SPF) 15 atau lebih tinggi, dan yang melindungi dari sinar UVA dan UVB (spectrum luas)
  • Hindari indoor tanning

Khusus untuk tabir surya (sunscreen) supaya dapat berfungsi dengan baik maka dianjurkan digunakan 15 menit sebelum keluar rumah, dan harus diberikan kembali setelah 2 jam (atau lebih sering jika Sobat mengikuti olahraga air atau berkeringat banyak). Penggunaan tabir surya spektrum luas untuk memproteksi UVA dan UVB, dengan kekuatan SPF 15 atau lebih, sangat direkomendasikan. Perlu diingat, semakin tinggi nilai SPF tidak akan memberikan proteksi yang lebih lama jika tanpa penggunaan kembali sesuai dengan rekomendasi.

Referensi
Skin Cancer, Centers for Disease Control and Prevention, diakses pada 2024.
cdc.gov/cancer/skin/index.htm
Skin Cancer, National Cancer Centre Singapore, diakses pada 2024
nccs.com.sg/patient-care/conditions-treatments/skin-cancer
Fakultas Kedokteran UMSU, diakses pada 2024
fk.umsu.ac.id/kanker-kulit-pengertian-jenis-penyebab-gejala-efek-dan-cara-mengobati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *