Hipertensi Usia Muda

Pendahuluan
Hipertensi usia muda merupakan keadaan yang sering terjadi. Mempengaruhi 1 dari 8 orang pada usia 20-40 tahun. Jumlah ini cenderung meningkat dengan perilaku gaya hidup dan penurunan ambang diagnostik hipertensi. Tekanan darah yang lebih tinggi pada usia muda dikaitkan dengan kelainan pada pencitraan jantung dan otak dan meningkatkan kemungkinan kejadian kardiovaskular pada usia paruh baya. Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular dan komplikasi lainnya. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah ketika tekanan sistolik ≥140 mmHg, dan Diastolik ≥ 90 mmHg (1). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi hipertensi di Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 260 juta adalah 34,1% dibandingkan 27,8% pada Riskesdas tahun 2013. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi adalah faktor usia, semakin bertambah usia seseorang maka tekanan darah juga meningkat, sayangnya hipertensi tidak hanya diderita oleh kalangan lansia, namun juga usia muda. Batasan usia muda sendiri bervariasi berkisar antara usia 20-40 tahun. Hipertensi di kalangan anak muda mempengaruhi 1 dari 8 orang dewasa berusia antara 20 dan 40 tahun (1,2). Perkiraan prevalensi hipertensi di seluruh dunia pada tahun 2000.

Definisi
Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang ditegegakkan bila tekanan darah sistolik mencapai ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolic ≥ 90 mmHg pada pengukuran di klinik atau fasilitas layanan kesehatan. Meskipun hasil pengukuran tekanan darah di klinik merupakan standar baku utama dalam menegakan diagnosis hipertensi, pengukuran tekanan darah pasien secara mandiri di luar klinik (out-of-office blood pressure measurement) sudah mulai dilakukan. Pemeriksaan ini berupa HBPM dan ABPM. ABPM (Ambulatory Blood Pressure Monitoring) adalah suatu tindakan untuk memantau tekanan darah selama 24 jam menggunakan perangkat khusus yang diprogram untuk mengukur tekanan darah setiap 15 sampai 30 menit sepanjang siang dan malam. HBPM (Home Blood Pressure Monitoring) adalah suatu teknik pengukuran tekanan darah yang dilakukan mandiri di rumah. Dalam praktik sehari-hari dapat dijumpai seseorang dengan “white coat hypertension” yakni kondisi peningkatan tekanan darah hanya terjadi ketika dilakukan pemeriksaan tekanan darah di fasilitas kesehatan tetapi tekanan darahnya normal ketika dilakukan pemeriksaan di luar fasilitas kesehatan. Melalui HBPM atau ABPM, sebaliknya terdapat seseorang dengan “masked hypertension” yaitu kondisi peningkatan tekanan darah dijumpai ketika dilakukan pemeriksaan di luar fasilitas kesehatan melalui HBPM atau ABPM tetapi tekanan darahnya normal ketika dilakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Epidemiologi
Hipertensi pada usia muda mempengaruhi 1 dari 8 orang dewasa berusia antara 20 dan 40 tahun. Berdasarkan Kemenkes RI (2012) prevalensi kasus hipertensi pada masa dewasa sebesar 8,24% diantaranya 3,49% pada laki – laki dan 4,75% pada perempuan. Faktor sosial ekonomi, serta adanya perubahan gaya hidup merupakan faktor risiko penting timbulnya hipertensi pada seseorang termasuk usia dewasa muda (21-40 tahun). Berdasarkan usia, prevalensi hipertensi 2017–2018 di antara orang dewasa berusia 18 tahun ke atas adalah 45,4% dan lebih tinggi pada pria (51,0%) dibandingkan wanita (39,7%).

Etiologi dan Faktor Risiko
Hipertensi disebabkan oleh faktor yang saling mempengaruhi, dimana factor yang berperan utama dalam patofisiologi adalah factor genetic dan paling sedikit tiga factor lingkungan yaitu asupan garam, stress dan obesitas. Penyebab hipertensi dikalangan usia muda antara lain :

  1. Ras
    Remaja yang berkulit hitam cendrung memiliki tekanan darah lebih tinggi dibanding ras kulit putih. Perbedaan tekanan darah pada remaja putri kulit hitam dan kulit putih dikaitkan dengan adanya perbedaan maturitas.
  2. Jenis kelamin
    Remaja laiki-laki memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dibanding perempuan.
  3. Lingkungan (stres)
    Stress memiliki pengaruh terhadap kejadian hipertensi. Stress akan meningkatkan aktivitas saraf simpatis sehingga terjadi peningkatan tekanan darah.
  4. Gaya hidup tidak sehat (life style)

Patofisiologi
Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah sistemik yang persisten. Tekanan darah sendiri adalah hasil dari curah jantung/ cardiac output dan resistensi pembuluh darah perifer total. Hipertensi melibatkan interaksi berbagai sistem organ dan berbagai mekanisme. Sekitar 90 % hipertensi merupakan hipertensi essensial yang tidak diketahui penyebabnya, namun faktor yang berperan penting dalam hipertensi essensial ini antara lain genetik, aktivasi sistem neurohormonal seperti sistem saraf simpatis dan sistem renin-angiotensin-aldosteron, dan peningkatan asupan garam. Hipertensi sekunder yang penyebabnya dapat ditentukan (10%), antara lain kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid), penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme).

Kesimpulan
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah ≥140/90 mmHg dan merupakan masalah kesehatan utama yang berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular dan komplikasi lainnya. Hipertensi bersifat multifaktorial, dimana faktor genetik berperan penting dalam patofisiologinya. Hipertensi pada usia muda mempengaruhi 1 dari 8 orang dewasa berusia antara 20 dan 40 tahun. Faktor penyebab yang paling mempengaruhi kejadian hipertensi pada dewasa muda disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, kurangnya aktivitas fisik dan pola konsumsi makanan yang tidak sehat. Secara umum, pengelolaan hipertensi onset muda sama dengan individu yang lebih tua, tetapi ada perbedaan mengenai strategi investigasi dan rujukan. Hipertensi pada usia muda perlu menjadi perhatian khusus, karena tekanan darah yang lebih tinggi pada usia muda dikaitkan dengan kelainan pada pencitraan jantung dan otak dan meningkatkan kemungkinan kejadian kardiovaskular pada usia paruh baya.

Referensi:
Jurnal Unimal, diakses pada 2024. Hipertensi Usia Muda
ojs.unimal.ac.id/galenical/article/download/10478/pdf